Selamat Hari Santri (NU) Nasional

22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional oleh Presiden RI, Bapak Joko Widodo. Momentum hari santri telah dirayakan pertama kalinya sejak 22 Oktober tahun lalu.  Sesuai dengan janji Presiden di Malang, pada masa kampanyae Pilpres 2014, tanggal 1 Muharram akan dijadikan Hari Santri Nasional.

Lalu, apa alasan yang mendasari penetapan hari santri. Berikut sebagian cuplikan pidato Presiden pada saat deklarasi Hari Santri Nasional 22 Oktober, tahun lalu.

Continue reading “Selamat Hari Santri (NU) Nasional”

FDS: Menilik Masalah Pendidikan di Indonesia

Sekolah sehari penuh  atau  full day school (FDS) yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy sejauh ini terus menuai diskursus dan perdebatan pro-kontra, meski saat ini Mendikbud telah menarik kebijakan FDS tersebut. Mendikbud pun mengakui bahwa gagasan tersebut hanya bentuk interpretasi dirinya terhadap visi dan misi presiden. Dalam visi dan misi presiden, terdapat instruksi untuk melakukan revolusi karakter anak bangsa (revolusi mental). Menurut Mendikbud, dalam penerapan sistem FDS bertujuan untuk membangun karakter pada anak-anak, sehingga secara perlahan anak tersebut tidak menjadi liar.

Ketegasan Mendikbud menarik kebijakan FDS yang semakin liar patut mendapatkan apresiasi. Disadari atau tidak, gagasan tersebut secara filosofis dan praksis bermasalah dalam tatanan demografi Indonesia. Selain itu, diskursus dan perdebatan FDS banyak menuai respon yang dibumbui oleh persepsi-persepsi miring. Persepsi itu bermacam-macam, seperti perbedaan ideologi, politik, dan kepentingan lain. Tentunya, respon ini jauh dari semangat mencari jalan keluar untuk pendidikan yang lebih baik. Continue reading “FDS: Menilik Masalah Pendidikan di Indonesia”

Gara-gara Bu Dany!

Siang tadi, saya mengikuti kuliah metode penelitian kuantitatif yang diampu oleh Dr. Dany M. Handarini, M.A. Dalam kuliahnya, Bu Dany –sapaan akrabnya– memaparkan teknik dalam melakukan penelitian kuantitatif secara khusus. Selain pemaparan tentang materi kuliahannya, ada satu hal yang menarik pada kulihan siang tadi, yaitu tentang produktifitas menulis mahasiswa. Gara-gara kuliah beliau, saya jadi teringat ketika pertama kali saya mengenal dunia tulis-menulis.

Pertama kali saya berkenalan dengan dunia tulis-menulis sebenarnya sudah saya lakukan sejak SMP. Waktu itu Bapak saya lah yang mengajarkan langsung kepada saya. Saya mulai menulis dari hal-hal kecil. Selaras yang disampaikan Bu Dany, menulis itu berawal dari “kegalauan”. Ide yang kita tuangkan dalam tulisan itu kerap kali muncul dari sebuah kegalauan. Kegalauan dalam realitas sehari-hari kita. Begitulah formulasi yang saya lakukan untuk memudahkan saya dalam menulis.

Continue reading “Gara-gara Bu Dany!”