Muhammad: PROPHET OUR TIME

Karen Armstrong adalah penulis yang telah menghasilkan karya-karya gemilang tentang berbagai tradisi agama. Dalam setiap tulisannya, dia menampakkan kepiawaiannya menampilkan kajian yang rumit menjadi bahasan yang memikat dan mudah dimengerti. Penulis yang bermukim di Inggris itu kini menampilkan biografi Nabi Muhammad, yang tentunya membawakan tafsiran yang baru dan mengejutkan yang selalu menjadi kekhasannya.

Continue reading “Muhammad: PROPHET OUR TIME”

Memadukan Sistem Salaf dan Khalaf dalam Pendidikan Pesantren

Pesantren telah ada sejak ratusan tahun yang lalu, dan selama itu telah terbukti berhasil membentuk pribadi-pribadi manusia yang ber-akhlakul karimah, baik, bermanfaat bagi masyarakat disekitarnya, mandiri dan tidak goyah dalam mengarungi kehidupan.

Masyarakat memandang zaman telah berkembang menuju era globalisasi. Mereka menuntut pesantren sebagai institusi pendidikan untuk melakukan akselerasi dan transformasi yang cukup signifikan. Jika dahulu ruang lingkup output terbatas pada dimensi keagamaan saja, maka saat ini pesantren diharapkan dapat banyak berkonstribusi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Dilatar belakangi hal itu klasifikasi pesantren menjadi berubah. Dulu, mungkin kita mengenal satu buah pesantren, pesantren dengan sistem salaf. Pesantren yang memiliki menejemen dan administrasi pesantren yang sangat sederhana, dengan sistem pengelolaan pesantren berpusat pada aturan kyiai yang diterjemahkan oleh pengurus pesantren. Tercatat sekitar 8.905 pesantren salaf ada di Indonesia.

Continue reading “Memadukan Sistem Salaf dan Khalaf dalam Pendidikan Pesantren”

Menelusuri Jejak Hizbut Tahrir di Indonesia

Sebenarnya kelompok besar HTI adalah Ikhwanul Muslimin yang pusatnya di Ismailiah, Mesir. Organisasi ini berdiri pada tahun 1928. Pendiri Ikhwanul muslimin adalah Syaikh Hasan Al-Banna. Sedangkan Hizbut Tahrir adalah Taqiyuddin An-Nabhani. Konsepsi pemikiran Hasan Al-Banna ini berusaha untuk mengakomodasikan kelompok salafi wahabi dengan merangkul kelompok tradisional yang mungkin prilaku keagamaannya sama dengan NU dan juga merangkul kelompok pembaharu yang dipengaruhi oleh Mohammad Abduh. Hasan Al-Banna menyatakan bahwa ikhwanul Muslimin adalah harkah islamiyah, sunniyah dan salafiyah. Jika hal tersebut diakomodasi semua, maka Ikhwanul Muslimin menjadi besar.

Dalam Ikhwanul Muslimin ada lembaga bernama Tandhimul Jihad. Yaitu institusi jihad dalam struktur Ikhwanul Muslimn yang sangat rahasia. Kader yang berada dalam Tandhimul Jihad ini dilatih militer, dibawah komando langsung Ikhwanul Muslimin. Para militer dan milisi ini menarik kelompok-kelompok sekuler yang ingin belajar tentang disiplin ilmu militer. Seperti, Gammad Nasser dan Anwar Sadat juga belajar pada Tandhimul Jihad ini.

Continue reading “Menelusuri Jejak Hizbut Tahrir di Indonesia”