Bulan Puasa, Bulan Tidur

Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Begitulah kira-kira potongan redaksi hadist yang menjelaskan tentang tidur di bulan puasa. Tentu, hadist ini memberi pemahaman bahwa aktifitas tidur adalah ibadah. Sekaligus hadist ini memperkuat bahwa aktifitas tidur yang dilakukan adalah anjuran Rasulullah saw.

Jika tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, lalu mengapa kita tidak tidur saja sepanjang hari. Sejak sahur setelah subuh, sampai menjelang sore sebelum maghrib. Saya kira metode ini cukup efektif sekali. Efektif untuk tidak merasakan kecapekan, kehausan, dan kelaparan pada sepanjang hari.

Continue reading “Bulan Puasa, Bulan Tidur”

Ulama KTP

Beberapa tahun lalu, Indonesia sangat fenomenal dengan istilah “Islam KTP”. Istilah fenomenal tersebut disandangkan kepada seseorang yang mengaku sebagai pemeluk Islam, yang ditunjukkan –secara formal– berupa identitas KTP (kartu tanda kependudukan). Meskipun pada realitanya Ia tidak melaksanakan kewajibannya (syariat) dan berakhlak seebagaimana seharusnya seorang muslim. Singkatnya, Islam KTP adalah mereka yang Islamnya hanya sekedar “identitas” dan “pengakuan”.

Fenomena Islam KTP nampaknya selalu menjadi wacana yang selalu aktual. Lebih-lebih sejauh ini label “KTP” atau “identitas” menyasar kepada sosok seorang “ulama”. Pengakuan identitas diri sebagai ulama. Karena sosok ulama di kalangan Islam adalah sosok yang paling mulia, jarang sekali ditemui penggunaan istilah “ulama KTP” sebagaimana istilah “Islam KTP” yang disandangkan kepada pemeluknya.

Continue reading “Ulama KTP”

Jiwa yang Tenang Terdapat pada Perokok

Dalam prespektif modern, kosmologi “keselamatan” kerap identik dengan “fisik”. Misal, seorang yang mengendari kendaraan dan sampai pada tujuan tanpa terkena kecelakaan, berarti selamat. Seorang yang fisiknya sehat, baik, dan terlindungi disebut selamat. Sebaliknya, seorang yang fisiknya sakit, buruk, dan terkena gangguan, berarti disebut tidak selamat.

Ketika kosmologi keselamatan ini menjadi standar prespektif modern, maka keselamatan hanya dapat diukur dari sesuatu yang sifatnya lebih pada fisik. Buktinya, Departemen Kesehatan yang hanya sibuk dengan urusan kesehatan jasmani saja. Mereka tidak pernah menempatkan kesehatan jiwa (rohani) dalam proporsi strategis.

Continue reading “Jiwa yang Tenang Terdapat pada Perokok”