Qurban Perasaan

Tanggal 8 – 13 Dzulhijjah merupakan momentum inti pelaksanaan ibadah haji. Momentum ini lebih dikenal dengan sebutan harinya haji. Karena pada momentum inilah dilaksanakan rentetan (rukun) ibadah haji. Pada puncaknya, bertepatan pada 10 Dhulhijjah dilaksanakan lempar jumrah (jamaraat) dan penyembelihan hewan qurban atau dikenal dengan hari raya Idul Adha.

Lempar jumrah adalah simbol perlawan terhadap setan. Jamaraat mengingatkan peristiwa Nabi Ibrahim yang bermaksud menyembelih putranya, Nabi Ismail. Ketika Ibrahim bermaksud menyembelih Ismail untuk melaksanakan perintah-Nya, tiba-tiba datanglah setah menghampiri yang bermaksud menggoda Ibrahim agar menghentikan niatnya untuk menyembelih Ismail. Kemudian, Ibrahim mengambil tujuh kerikil dan melemparnya ke setan. Sehingga pada akhirnya, Ibrahim mampu melaksanakan perintah-Nya untuk menyembelih Ismail yang kemudian digantikan oleh seekor domba.

Continue reading “Qurban Perasaan”

Komunisme dan Radikalisme

Akhir-akhir ini, isu komunisme menjadi pembicaraan yang paling aktual di Indonesia. Patut diakui isu ini telah merasuk pada ranah konstelasi perpolitikan di Indonesia. Terbukti isu ini semakin mencuat sejak awal sampai pada akhir pelaksanaan pemilihan kepada daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Seolah isu ini menjadi media propaganda dalam rangka kepentingan politik tertentu.

Isu komunisme mencuat dari sejumlah media sosial, beredar postingan-postingan yang mengisyaratkan kebangkitan komunisme di negeri ini. Isu komunisme juga dikaitkan dengan masuknya para pekerja dari cina. Meski Menteri Ketenagakerjaan kerap menepis dugaan masuknya pekerja asing ke Indonesia, tetapi isu komunisme semakin mencuat tak terbendung.  Selain itu, beberapa tokoh negeri ini yang tidak saya ragukan kredibilatasnya kerap menegaskan bahwa komunisme hanyalah “hantu ilusi” yang tak jelas pastinya.

Continue reading “Komunisme dan Radikalisme”

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah

Al-Qur’an dan Sunnah adalah sumber utama ajaran Islam yang diwariskan oleh Rasulullah saw. sehingga barang siapa yang menjadikam keduanya sebagai pedoman. Maka ia telah berpegang teguh kepada ajaran Islam yang murni sekaligus ia selamat dari kesesatan. Dalam rangka “pemurnian” ajaran Islam, maka diperlukan suatu ketegasan yang tak bisa ditawar lagi bahwa al-Qur’an dan Sunnah sebagai pegangan utama dalam Islam.

Pemurnian sumber Islam ini kerap menjadi propaganda oleh beberapa kalangan. Dengan jargonnya, kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah. Kali ini, jargon kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah perlu kiranya diapresiasi. Tentu, suatu hal yang kurang pantas bila ada beberapa kalangan lain yang tidak mengapresiasi jargon untuk menjadikan al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman dalam kehidupannya.

Continue reading “Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah”