/ August 13, 2016

Cinta terhadap kampus yang menjadi tempat belajar adalah hal mutlak. Cinta itu akan membuat siapapun yang belajar di kampus tersebut melakukan hal yang terbaik untuk kampusnya. Kecintaan tersebut akan berdampak pada proses perkuliahan yang penuh kasih dan cinta. Karena cinta hubungan semua elemen kampus terjalin secara emosional.

Dalam penyambutan mahasiswa baru, Direktur Pascasarjana menjelaskan dalam sambutannya bahwa proses pembelajaran yang akan dilaksanakan di kampus ini akan selalu penuh dengan kasih dan cinta. Dalam sambutannya, beliau berulang kali menyanyikan lagu yang dalam lagunya terdapat lirik cinta-cintanya. Entah lah itu lagu apa. Intinya, ada cinta-cintanya.

Cinta merupakan modal utama bagi seorang mahasiswa bimbingan dan konseling. Cinta merupakan hal utama yang harus dimiliki konselor dalam melakukan layanan konseling. Seharusnya setiap layanan konseling dilakukan dengan penuh kasih dan cinta. Hal tersebut tak lepas daripada hakikat manusia itu sendiri.

Dalam konsep love theraphy manusia dipandang sebagai (1) makhluk yang membutuhkan cinta. Manusia butuh kasih sayang dan dicintai oleh sesama, baik keluarga, kerabat, ataupun pasangan. Juga, manusia membutuhkan untuk mencintai orang lain dan dirinya sendiri. Selain itu, manusia juga dipandang sebagai (2) makhluk yang mudah dialihkan oleh cinta. Cinta merupakan hal yang sangat urgen dalam hidup. Dengan begitu, manusia sangat sensitif terhadap cinta.

Jika berpedoman pada konsep love theraphy, tentunya kondisi konselor saat melakukan proses konseling harus dilakakukan dengan penuh cinta. Tanpa cinta, mustahil proses konseling dapat dilakukan.

Perlu kiranya bagi calon konselor yang profesional untuk memulai menanam benih-benih cinta dalam dirinya. Melalui proses pembelajaran yang penuh kasih dan cinta di kampus ini, diharapkan dapat mentransformasi benih-benih cinta pada diri mahasiswa-mahasiswanya. Tak berlebihan kiranya jika saya mengatakan bahwa prefesionalitas seorang konselor dapat diukur melalui seberapa besar benih cinta yang dimilikinya.

Selanjutnya, upaya mentransformasi benih-benih cinta tersebut. Mahasiswa diharapkan terlebih dahulu mampu mencintai kampus tercinta ini dengan penuh kasih dan cinta secinta-cintanya. Sehingga nantinya muncul hubungan timbal balik antara keduanya (cinta dan dicintai). Maka, cintailah dosen-dosenmu dan bahkan Pak Satpam penjaga pintu masuk kampus yang selalu setia menanti para mahasiswa untuk menagih karcis tiap kali masuk area kampus.