Ngopi Sebagai Pemersatu Bangsa

Berbicara soal kopi, banyak sekali makna dari berbagai prespektif yang terkandung didalamnya. Ngopi sebagai tradisi yang sudah begitu memasyarakat, mulai dari kalangan elit sampai kalangan alit (orang kecil); ngopi dianggap sebagai bagian dari gaya hidup. Tak peduli meski berbagai literatur kesehatan memberikan isyarat dampak buruk ngopi. Tetap saja, ngopi menjadi hal yang tak terelakkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Meski belum pernah digagas gerakan nasional ayo ngopi (secara formal), budaya ngopi amat membumi. Tak heran jika kita sering dengarkan jargon “ngopi disek ben gak edan” (ayo ngopi dulu supaya tidak gila) atau “ngopi disek ben gak salah paham” (ayo ngopi dulu supaya tidak salah paham). Nyatanya memang begitu, kegilaan, kesalah-pahaman, dan kegalauan hati bisa terselesaikan dengan ngopi.

Continue reading “Ngopi Sebagai Pemersatu Bangsa”

Nikahilah Polwan Cantik

Dikisahkan seorang anak meminta restu kepada ayahnya untuk menikahi seorang polwan. Ia berkehendak melamar sang polwan sang pujaan hati. Kehendaknya tak berjalan mulus, justru ayahnya menolaknya. Sang ayah berkeyakinan bahwa aparatur negara yang satu ini (kepolisian) penuh dengan skandal suap.

Tidak lantas menyerah, ia berdalih tidak semua aparat kepolisian melakukan suap. Ia menegaskan bahwa pelaku skandal suap hanyalah segelintir oknum saja. Sang ayah pun membantah dalih anaknya, sebab pada realitanya teori oknum sepertinya tidak berlaku bagi aparatur kepolisian.

Continue reading “Nikahilah Polwan Cantik”