Salahkah Bu Susi Merokok?

Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru saja dilantik mendadak menjadi bahan perbincangan hangat saat ini. Sebagian besar media menyoroti tentang kontroversi menteri yang memiliki kebiasaan merokok, bertato, dan hanya tamatan SMP. Tapi disini saya tidak akan berkomentar panjang-lebar tentang track record pendidikan dan karirnya.

Diangkatnya Susi Pudjiatuti sebagai menteri Kelautan dan Perikanan menjadi sorotan publik dan menuai berbagai macam kontroversi. Bagi saya, Susi merupakan sosok yang unik. Dengan berbagai aksi nyentriknya, Susi juga seorang menteri yang hanya tamatan SMP, namun ia membuktikan diri bisa sukses.

Continue reading “Salahkah Bu Susi Merokok?”

Implikasi Teori Psikologi dalam Tasawuf

Maraknya diskursus yang kerap mengintegrasikan tasawuf dengan unsur kejiwaan manusia berkonsekuensi lebih diminati untuk dikaji. Hal ini cukup beralasan mengingat dalam subtansi pembahasannya, tasawuf selalu membicarakan persoalan yang berkisar pada jiwa manusia. Tasawuf dan psikologi memberikan tempat yang sangat strategis terhadap potensi kepribadian manusia.

Kedua bidang ilmu ini mengkaji kepribadian manusia secara komprehensif. Tasawuf mengacu kepada kesalehan pribadi dengan berupaya selalu mendekatkan diri kepada Tuhan. Psikologi menyangkut kajian tentang jiwa atau kondisi dalam diri manusia yang gejalanya nampak pada tingkah laku. Dengan integrasi antara tasawuf dan psikologi ini dapat saling melengkapi dan berkembang secara bersama sehingga menjadi manusia sempurna (insan kamil).

Continue reading “Implikasi Teori Psikologi dalam Tasawuf”

Kolektivisme dan Individualisme

Mayoritas masyarakat Indonesia menganut kolektivisme. Kolektivisme merupakan suatu pandangan yang beranggapan bahwa kelompok lebih penting daripada individu. Sebaliknya, individualism memiliki pemahaman sebaliknya. Koletivisme menekankan kolektivitas, komunitas, dan sosialitas.

Seorang kolektivis cendrung menjaga martabat dan perasaan antar sesama. Mengkritik dan mempermalukan seseorang di hadapan orang lain merupakan tindakan yang tidak dapat diterima. Menghormati, menghargai, dan berprilaku sopan santun merupakan nilai-nilai yang terpenting dalam kolektivisme.

Continue reading “Kolektivisme dan Individualisme”