Internalisasi Dimensi Tasawuf dan Syariat

Seringkali kita mendengar asumsi bahwa antara syariat dengan tasawuf merupakan sisi yang selalu dihadapkan secara face to face. Fanatisme syariah (baca: fuqaha) memandang praktik tasawuf kurang benar dengan berbagai dalil dan argumentasi, baik secara naql maupun nalar. Sementara para praktisi tasawuf tidak ketinggalan dalam mengkritisi para fuqaha yang hanya melihat hitam di atas putih dan formalitas belaka, tanpa mau menangkap esensi Islam secara komprehensif.

Lalu, apakah perseteruan itu masih ada hingga saat ini? Diakui atau tidak, hingga saat ini perseteruan antara praktisi syariah dan tasawuf masih berlangsung. Bahkan terdapat sebagian ulama menempatkan tasawuf sebagai “aliran sesat” dalam pemahaman Islam kaffah.

Continue reading “Internalisasi Dimensi Tasawuf dan Syariat”