Al I’tibar: Menuju Filsafat Qur’ani

Untuk apa kita mempelajari filsafat? Kenapa kita tidak langsung saja merujuk kepada Rasulullah, apakah beliau juga berfilsafat atau tidak? Kalau memang berfilsafat maka apa yang dinyatakan oleh Ibnu Rusyd benar. Sebagaimana pernyataan Ibnu Rusyd bahwa filsafat merupakan shina’ah (seni atau kria) manusia yang paling luhur. Sebab, filsafat membawa atau mengajarkan pengetahuan tentang sang Maha Esa. Sebab, filsafat “memberi jalan” bagi terbentangnya kebenaran menuju sang Mahabenar. Sehingga kita tak perlu ragu untuk mempelajarinya sekalipun bersumber dari khazanah orang lain.

Lalu, kalau Rasul ternyata tidak berfilsafat maka Ibnu Sholah yang harus kita setujui.  Sebagaimana pernyataanya bahwa barang siapa yang berfilsafat, butalah hatinya dari kebaikan-kebaikan syariat yang suci, yang didukung oleh dalil-dalil yang jelas dan bukti-bukti yang cemerlang. Dan barang siapa yang berfilsafat, berarti ia telah berteman kehinaan, tertutup dari kebenaran, dan terbujuk oleh rayuan setan.

Continue reading “Al I’tibar: Menuju Filsafat Qur’ani”

Nasi Goreng Tanpa Nama

Kawasan Sae Salera Kota Pamekasan menyimpan potensi kuliner yang layak untuk dicoba. Berbagai jenis makanan dijajakan di kawasan ini. Seperti yang saya amati di kawasan ini bahwa kebanyakan diantaranya menjajakan nasi goreng. Tak terkecuali warung Nasi Goreng yang terletak di Jl. Niaga, tepatnya di depan hotel Ramayana.

Berbeda dengan nasi goreng lainnya yang berada di kawasan Sae Salera. Nasi goreng di depan hotel Ramayana ini tidak memiliki nama. Ya, sebut saja nasi goreng tanpa nama. Menurut rumor, nasi goreng ini memang memiliki ciri khas tersendiri dengan kelezatannya yang tak tersaingi.

Continue reading “Nasi Goreng Tanpa Nama”