Beriman dengan Secangkir Kopi

Saya termasuk salah seorang penggemar dan penikmat kopi (ahlu qohwa), dengan kopi akan lebih mudah bagi saya untuk menulis dan menuangkan ide tentang apa saja. Biasanya saya menulis ditemani oleh secangkir kopi dan rokok. Ya, memang keduanya tidak bisa dipisahkan.

Sepantasnya penikmat kopi bersyukur karena sampai saat ini Lembaga Ulama tidak memberikan fatwa apa-apa tentang kopi. Artinya, ketika saya minum secangkir kopi, saya tidak merasa bersalah dan berdosa. Entah suatu saat nanti ada pihak-pihak yang membisikkan kepada Lembaga Ulama agar kopi diharamkan, dan tentu saja ulama yang bergabung dalam lembaga tersebut biasanya suka mencari perhatian layaknya ABG dan senang mengeluarkan fatwa-fatwa kontroversial yang membuat ummat seringkali kebingungan.

Continue reading “Beriman dengan Secangkir Kopi”