Seni Merokok

Pada catatan saya kali ini, saya mencoba berbicara kembali masalah rokok. Ah, lagi-lagi rokok. Perokok satu ini tak bosan-bosannya berbicara masalah rokok. Meskipun sudah beberapa kali menuliskan kisahnya bersama tuhan sembilan senti, entah berapa banyak catatan yang sudah saya tulis masalah rokok. Bahkan ketika semakin maraknya profokator-profokator anti rokok dengan misinya berkampanye anti rokok membuat saya semakin terobsesi untuk menulis kembali masalah rokok.

Ya, ini bisa dikatakan sebagai tameng penepis aksi profokator-profokator anti rokok. Tak jarang perokok yang satu ini mendapatkan sugesti bahaya merokok, beberapa dokter pun kerap sekali memberi fatwa-fatwa bahaya rokok kepada saya. Bahkan akhir-akhir ini, orang-orang di sekitar saya juga turut andil memberikan fatwa bahaya rokok.

Continue reading “Seni Merokok”

Sufisme Menjawab Kerancuan Psikologi Barat

Selama saya mengikuti kuliah psikologi dikampus dan mempelajari beberapa literatur psikologi aliran barat. Sering kali saya merasakan kerancuan atas teori-teori yang dicetus oleh para pakar psikolog barat. Hemat pribadi saya, seakan-akan psikologi barat tidak memiliki jawaban terhadap polemik subtansial kehidupan ini.

Misalnya, siapa aku? Untuk apa kita hidup didunia ini? Apakah kebaikan dan keburukan itu? Siapa atau apa tuhan itu? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu dalam psikologi barat tidak mendapatkan titik perhatian sehingga pertanyaan tersebut belum terungkap. Hal ini membuktikan bahwa psikologi barat tidak mampu menjawab eksistensi manusia.

Continue reading “Sufisme Menjawab Kerancuan Psikologi Barat”