Guruku Pahlawan Kesiangan


Bagai anak ayam kehilangan induknya. Ya, itulah siswa SMA Plus Al-Kautsar. Hari pertama memulai aktifitas, para guru tak ada yang hadir untuk mensukseskan dan mendukung atas terselenggaranya kegiatan perdana sekolah (masa orientasi siswa baru). Maklum saja, hal itu disebabkan oleh minimnya pengawasan di sekolah oleh kepala sekolah yang bersangkutan. Sehingga guru dapat leluasa meninggalkan tugas dan kewajibannya.

Selain keleluasaan guru meninggalkan tugasnya, juga disebabkan oleh rendahnya kualitas guru. Sebagian guru, menganggap mengajar hanya sebatas pada “profesi” saja. Mereka mengajar karena beban kewajiban, tidak dilandasi dengan ketulusan hati dan keikhlasan. Menyampaikan materi pokok dan kemudian memberikan latihan-latihan merupakan hal yang biasa dilakukan guru. Tetapi, memberikan teladan hidup bagi siswa merupakan suatu kewajiban utama seorang guru.

Continue reading “Guruku Pahlawan Kesiangan”