Pendidikan Tanpa Sekolah; Kritik Rekonstruksi Pembelajaran

Ketika kita membicarakan tentang pendidikan, maka pedidikan diidentikkan dengan sekolah. Dengan kata lain, pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga tempat mendidik atau mengajar. Jadi, perspektif sempit ini membatasi proses pendidikan berdasarkan waktu atau masa pendidikan, lingkungan pendidikan maupun bentuk pendidikan.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa, pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Lalu, bagaimanakah tindakan efektif menjadikan manusia sebagaimana mestinya manusia? Apakah dengan adanya sekolah kita bisa mewujudkan hal tersebut.

Sebagaimana sejarah pendidikan, yaitu suatu proses yang dilakukan diwaktu luang. Tapi saat ini pendidikan bukanlah proses yang dilakukan di waktu luang, dalam sejarahnya, pendidikan juga telah menghilangkan aspek pengetahuan holistik. sehingga ilmu pun dipecah-pecah, menjadi mata pelajaran, menjadi SKS, dan lain-lain. Hal ini menghasilkan efek yang menanangkan tuntutan kapitalisme bahwa ilmu harus dipecah-pecah seiring dibutuhkannya tenaga kerja yang terdirensiasi agar baut-baut dan onderdil mesin kapitalisme berjalan.

Continue reading “Pendidikan Tanpa Sekolah; Kritik Rekonstruksi Pembelajaran”