Flash Blogging: Fiqh Media Sosial

Pagi ini, saya bersama sekitar 55 blogger Malang berada dalam satu ruangan di Hotel Aria, Malang. Hari ini, saya mengikuti acara flash blogging yang dikemas dengan format talkshow bersama Emak Blogger, Mira Sahid dengan mengangkat tema “menuju indonesia maju”. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Tim Komunikasi Presiden sebagai pembicara terkait perkembangan dan progresifitas kinerja pemerintahan Presiden Jokowi.

Secara sederhana, acara flash blogging ini dapat dipahami sebagai acara nge-blog ditempat. Menulis di blog masing-masing peserta dengan durasi waktu 1 jam. Karena itu, masing-masing peserta diharapkan menulis (mereview) hal-hal apa yang diperoleh selama acara ini.

Continue reading “Flash Blogging: Fiqh Media Sosial”

Catatan untuk Profesor Idola

Hari ini, Sabtu, 9 Desember 2017 merupakan pertemuan kuliah terakhir bersama Prof. Fattah Hanurawan pada semester ini. Sebagai mahasiswa beliau, saya sangat berkesan pada sosok pembawaannya, baik dalam perkuliahan maupun di luar perkuliahan. Karenanya, saya sangat mengagumi sosoknya. Bahkan, bila dianggap tak berlebihan, saya ingin “mengklaim” diri saya sebagai salah satu pengagum fanatik beliau.

Banyak hal yang saya peroleh dari beliau. Pertama, kedisiplinannya. Beliau adalah sosok yang sangat menghargai waktu. Selama mengikuti perkuliahannya, hampir tidak pernah saya temui keterlambatan beliau walau semenit pun. Kedua, kesederhanaan (tawadu’) dan tidak elitis. Beliau dikenal sebagai sosok yang sederhana dan tidak elitis. Sikapnya nampak pada penampilan dan cara menyampaikan materi perkuliahan. Tak jarang, joke-joke khasnya kerap “menyederhanakan” materi-materi kuliah yang hendak disampaikan. Ketiga, sangat menghargai orang lain. Beliau sangat menghargai pendapat dan karya-karya mahasiswanya, khususnya. Sengawur apapun pendapat teman-teman mahasiswa yang dikemukakan dalam perkuliahan akan diberikan pujian. “Top”, celetuknya seraya mengangkat jempolnya.

Continue reading “Catatan untuk Profesor Idola”

Menyoal Cadar

Banyak spekulasi masyarakat jika melihat seorang wanita (muslimah) yang tampil menggunakan cadar. Ada yang beranggapan orang bercadar adalah orang yang memiliki pemahaman keagamaan yang mendalam. Ada juga yang berpandangan mereka adalah orang yang terlalu berlebih-lebihan (ghuluw) dalam beragama atau mempersulit sesuatu yang telah dimudahkan oleh Islam. Bahkan, ada juga yang berpendapat bahwa wanita bercadar adalah kelompok ekstremis yang memiliki pandangan Islam radikal.

Kehebohan yang terjadi di media sosial beberapa hari yang lalu di mana viral sebuah foto siswi dalam satu ruang kelas memakai cadar. Kehebohan foto tersebut tidak hanya viral di media sosial, melainkan beberapa media massa ternama juga turut meliput kehebohan foto tersebut. Foto viralnya menuai spekulasi bahwa sekolah itu mengajarkan radikalisme dan kekerasan sehingga Kemendikbud turun langsung meminta klarifikasi kepada sekolah terkait.

Continue reading “Menyoal Cadar”